adsense

Kelompok Sosial : Pengertian, Ciri-Ciri, Syarat, Macam, Serta Faktor Pembentukannya


Kelompok Sosial : Pengertian, Ciri-Ciri, Syarat, Macam, Serta Faktor Pembentukannya – Halo Sahabat Kekinian, seperti yang sahabat ketahui manusia merupakan makhluk individu yang tidak bisa melepaskan diri dari hubungannya dengan manusia lain. Sehingga hal itu mengakibatkan lahirnya kelompok-kelompok sosial (social group) di dalam masyarakat. Nah, untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan berikut ini.

Kelompok Sosial : Pengertian, Ciri-Ciri, Syarat, Macam, Serta Faktor Pembentukannya
Ilustrasi


Pengertian Kelompok Sosial

Menurut Soekanto kelompok sosial (social group) merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama dan menyebabkan lahirnya hubungan diantara mereka. Hubungan tersebut menyangkut dengan hubungan timbal-balik yang saling mempengaruhi dan adanya kesadaran untuk saling menolong. Kelompok sosial juga merupakan salah satu fokus pemikiran sosiologis, dikarenakan titik tolaknya adalah kehidupan bersama. Dan pada awalnya semua individu di dunia ini merupakan anggota kelompok sosial yang disebut keluarga.

Ciri-Ciri Kelompok Sosial

Menurut Kartono (1990) ada beberapa ciri-ciri dari kelompok sosial, yaitu :
  • Adanya dorongan atau motif yang sama antar individu satu dengan yang lain
  • Terdapat penegasan dan pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan terdiri dari peranan-peranan dan kedudukan masing-masing
  • Adanya  akibat dari interaksi yang berlainan antara individu satu dengan yang lain berdasarkan rasa dan kecakapan yang berbeda-beda antara individu yang terlibat di dalamnya
  • Terdapat peneguhan norma pada pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dalam kegiatan kelompok untuk mencapai tujuan yang ada
  • Adanya pergerakan yang dinamik

Syarat Kelompok Sosial

Syarat kelompok sosial menurut Baron dan Byne (1990), yaitu :
  • Interaksi, anggota-anggota seharusnya berinteraksi satu sama lain
  • Interdependen, apa yang terjadi pada seorang anggota akan mempengaruhi perilaku anggota yang lain
  • Stabil, dalam hubungan tidak ada lamanya waktu yang berarti (bisa mingguan, bulanan, dan tahunan). Tujuan dibagi dan beberapa tujuan bersifat umum bagi semua anggota.
  • Struktur, fungsi dari tiap anggota harus memiliki beberapa macam struktur sehingga mereka memiliki set peran.
  • Persepsi, anggota harus merasa diri mereka sebagai bagian dari kelompok

Macam-Macam Kelompok Sosial

1. In-group dan Out-group

a. In-group

In-group ialah apabila individu di dalam suatu kelompok mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok sosialnya. Pada umumnya sikap di dalam in-group didasarkan oleh faktor simpati dan selalu memiliki perasaan dekat dengan anggota kelompoknya.

b. Out-group

Out-group ialah apabila individu menganggap suatu kelompok menjadi lawan dari in-groupnya. Sebagai out-group selalu ditandai dengan sikap adanya suatu kelainan yang berwujud antagonisme. Hal ini dikaitkan dengan istilah (kami atau kita dan mereka). Contohnya Kami adalah pelajar, sedangkan mereka adalah mahasiswa.

2. Primary Group dan Secondary Group

a. Primary Group

Primary group (kelompok primer) merupakan kelompok-kelompok yang ditandai dengan adanya interaksi antar anggota yang terjalin lebih intensif, lebih erat, dan lebih akrab. Face to face adalah pangilan lain dari kelompok primer, dikarenakan para anggota kelompok sering berdialog dan bertatap muka, karenanya mereka saling menganal lebih dekat dan lebih akrab. Dalam kelompok primer sifat interaksi bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan pada simpati.

b. Secondary Group

Secondary group (kelompok sekunder) merupakan kelompok yang memiliki anggota yang lebih banyak, tidak selalu saling mengenal, tidak langsung, fungsional, rasional, dan lebih banyak ditujukan pada tujuan pribadi, anggota-anggota yang lain dan usaha kelompok merupakan alat. Pada kelompok sekunder diantaranya pada anggota kelompok, terdapat hubungan tak langsung, formal, dan kurang bersifat kekeluargaan. Dimana anggota kelompok yang satu dengan yang lain tidak saling mengenal, tidak akrab, dan bersifat tidak permanen. 
Para anggota menerima pekerjaan atas dasar kemampuan dan keahlian. Adanya pembagian tersebut diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan dalam program yang telah disepakati bersama. Kelompok ini didasarkan pada kepentingan atau kegiatan tertentu, dan para anggotanya cenderung berinteraksi atas dasar status pesifik, seperti Presiden, manajer, pekerja, atau mahasiswa. Misalnya, partai politik, perhimpunan serikat kerja, dan organisasi profesi.

3. Gemeinschaft dan Gesellshaft

a. Gemeinschaft

Gemeinschaft merupakan suatu bentuk kehidupan bersama dimana anggotanya terikat oleh hubungan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal. Dasar dari hubungan tersebut ialah rasa cinta. Menurut Tonies (2005) ciri pokok gemeinschaft, yaitu :
  • Intimate, yaitu hubungan menyeluruh yang mesra
  • Private, yaitu hubungan yang bersifat pribadi yaitu khusus untuk beberapa orang saja
  • Ekslusif, yaitu hubungan tersebut hanyalah untuk kelompok ini saja dan bukan untuk orang lain di luar kelompok.
Tipe-tipe gemeinschaft yang sering di jumpai dalam masyarakat menurut Tonies, yaitu :
  • Gemeinschaft of blood merupakan gemeinschaft yang didasarkan atas ikatan darah atau keturunan, seperti keluarga dan kerabat
  • Gemeinschaft of place merupakan gemeinschaft yang terdiri dari orang-orang yang berdekatan tempat tinggal sehingga dapat saling tolong-menolong.
  • Gemeinschaft of mind merupakan gemeinshaft yang terdiri dari orang-orang yang mana meskipun mereka tidak mempunyai ikatan darah ataupun tempat tinggal, namun mereka memiliki jiwa dan pikiran yang sama, dikarenakan adanya ideologi yang sama.

b. Gesellshaft

Gesellshaft merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu pendek, bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran, waktu terbatas, bersifat pamrih ekonomis. Bentuk gesellshaft terdapat dalam hubungan perjanjian yang berdasarkan ikatan timbal balik. Misalnya ikatan antara pedagang, organisasi dalam suatu pabrik atau industri.

4. Formal Group dan Informal Group

a. Formal Group

Formal group adalah kelompok yang memiliki peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan diantara mereka. Kelompok resmi ini didukung oleh anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan memiliki pembagian kerja, peran serta hirarki tertentu, misalnya OSIS dan partai politik.

b. Informal Group

Informal group merupakan kelompok yang tidak memiliki struktur dan organisasi tertentu atau pasti. Kelompok tersebut terbentuk karena adanya pertemuan yang berulang kali dan hal tersebut menjadi dasar untuk bertemunya kepentingan dan pengalaman yang sama. Kelompok ini berstatus tidak resmi dan tidak didukung anggaran dasar, anggaran rumah tangga seperti yang berlaku pada kelompok resmi. Contohnya Klik (clique) yaitu kelompok kecil tanpa struktur formal yang sering timbul dalam kelompok dasar.

5. Membership Group dan Reference Group

a. Membership Group

Membership group merupakan kelompok dimana setia terhadap orang secara fisik sebagai anggota kelompok tertentu.

b. Reference Group

Reference group merupakan kelompok yang menjadi ukuran bagi seseorang untuk mengidentifikasi dirinya dalam membentuk pribadi dan perilakunya. Seseorang yang bukan anggota kelompok sosial yang bersangkutan, mengidentifikasi dirinya dengan kelompok lain sebagai kelompok teladan. Berikut ini tipe-tipe reference group menurut Merton (1990) :
  • Tipe normatif, yaitu kelompok yang menentukan dasar-dasar bagi kepribadian seseorang
  • Tipe kepribadian, yaitu kelompok yang menjadi peganga bagi individu di dalam menilai kepribadiannya

6. Kelompok Teratur dan Kelompok Tidak Teratur

a. Kelompok Teratur

Kelompok teratur adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja diciptakan anggota-anggotanya untuk mengatu hubungan antar mereka. Contohnya perkumpulan pelajar atau mahasiswa, instansi pemerintahan, perusahan, dll. Ciri-ciri kelompok teratur yaitu :
  • Mempunyai identitas kolektif yang tegas (misalnya tampak pada nama kelompok, simbol kelompok,dll)
  • Memiliki daftar anggota yang rinci
  • Memiliki program kegiatan yang terus-menerus diarahkan pada pencapaian tujuan yang jelas
  • Memiliki prosedur keanggotaan.

b. Kelompok Tidak Teratur

Kelompok tidak teratur terdiri dari berbagai macam, yaitu :
  • Kerumunan (Crowd) merupakan berkumpul individu secara bersamaan serta kebetulan di suatu tempat dan juga pada waktu yang sama. Kerumunan akan selalu terjadi pada semua lapisan masyarakat di kota besar, kerumunan terjadi karena banyaknya aktivitas manusia yang dapat menibulkan daya tarik suatu massa yang kemudian berkumpul pada suatu tempat tertentu. Ciri-ciri pokok kerumunan ialah berkumpulnya individu-individu secara fisik yang jumlah batasanya adalah selama mata dan telinga dapat melihat dan mendengarnya. Kerumunan akan hilang setelah masing-masing individu tersebut meninggalkan tempat dimaa sebelumnya ia berkumpul.
  • Publik (khalayak umum) bukanlah kelompok yangutuh atau kesatuan. Pada khalayak ramai, interaksi diantara individu yang lainnya dilakukan secara tidak langsung yakni melalui media komunikasi. Misalnya majalah, surat kabar, radio, televisi. Anggota yang besar dalam publik berakibat tidak terdapatnya pusat perhatian yang tajam dan tidak adanya kesatuan. Tingkah laku pribadi dari publik didasarkan pada perilaku individu. Suatu publik akan berkumpul apabila diberi atau disiarkan berita-berita yang benar, dan tentunya berita yang menarik bagi tiap individu dalam publik.
Kelompok Sosial : Pengertian, Ciri-Ciri, Syarat, Macam, Serta Faktor Pembentukannya
Ilustrasi

Faktor Pembentukan Kelompok Sosial

Bergabung dengan sebuah kelompok merupakan suatu hal yang murni dari diri seseorang atau juga kebetulan. Misalnya, seseorang yang terlahir dalam keluarga tertentu.namun, ada juga yang merupakan sebuah pilihan. Faktor utama yang mengarahkan pilihan tersebut ialah kedekatan dan kesamaan. Pengaruh kedekatan terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur.
Kita bergabung dengan kelompok sosial lokal. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang disekitar kita. Kelompok tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Singkatnya, suatu kedekatan fisik dapat meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial.
Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya. Sudah menjadi sebuah kebiasaan, orang lebih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Yang dimaksud dengan kesamaan ialah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelegensi, atau karakter-karakter personal lain.

Itu saja perjelasan singkat mengenai artikel diatas semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel