Pengertian, Tujuan, Ciri-Ciri, Bentuk, Karakteristik, Sistematika Penulisan, Macam-Macam, Jenis Serta Manfaat Karya Ilmiah

Pengertian, Tujuan, Ciri-Ciri, Bentuk, Karakteristik, Sistematika Penulisan, Macam-Macam, Jenis Serta Manfaat Karya Ilmiah – Halo Sahabat Kekinian, sudahkah sahabat semua tau apa itu karya ilmiah?, karya ilmiah merupakan suatu tulisan yang memuat kajian suatu masalah tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan. Nah, penasarankan gimana kelanjutannya, langsung saja simak penjelasan berikut ini.

Pengertian-Tujuan-Ciri-Ciri- Bentuk-Karakteristik-Sistematika-Penulisan-Macam-Macam-Jenis-Serta-Manfaat-Karya-Ilmiah
Ilustrasi


Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah merupakan suatu tulisan yang memuat kajian suatu masalah tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah keilmuan. Kaidah-kaidah keilmuan itu mencakup penggunaan metode ilmiah dan pemenuhan prinsip-prinsip keilmiahan, seperti: objektif, logis, empiris, sistematis, lugas, jelas, dan konsisten. Karya ilmiah dapat dipilah menjadi dua, yang pertama yaitu karya ilmiah yang ditulis dengan berdasar pada hasil penelitian, dan yang kedua karya ilmiah yang ditulis dengan berdasar pada hasil pemikiran serius. Baik itu jenis maupun penulisannya tetap menggunakan metode analisis masalah yang bersifat mendekati kebenaran (ilmiah).

Tujuan Karya Ilmiah

Berikut ini beberapa tujuan dari pembuatan sebuah karya ilmiah, yaitu :
  • Untuk memberi penjelasan
  • Memberikan komentar atau penilaian
  • Memberi saran
  • Menyampaikan sanggahan
  • Membuktikan hipotesa

Ciri-Ciri Karya Ilmiah

Berikut ini ciri-ciri karya ilmiah :
  • Mendalam/Tuntas, yaitu topik pembahasan yang diangkat dalam karya ilmiah dikupas secara mendalam, mendetail sampai ke akar-akarnya. Agar sebuah topk dapat dibahas dengan tuntas, maka seorang penulis hendaknya tidak mengangkat topik yang terlalu luas. Contoh “Pemberantasan Korupsi di Indonesia”.
  • Objektif, yaitu segala keterangan yang dikemukakan dalam tulisan itu adalah benar dan apa adanya sesuai dengan data dan fakta yang diperoleh.  Keobjektifan karya ilmiah dapat dicapai dengan tersedianya data literatur dan data lapangan yang memadai (datanya harus representatif), dan jangan sekali-kali seorang penulis memanipulasi data.
  • Sistematis yaitu uraian disusun menurut pola tertentu sehingga jelas urutan dan kaitan antara unsur-unsur tulisan (berkesinambungan, berurutan, berkaitan).
  • Cermat, yaitu seorang penulis harus berupaya menghindari kesalahan/kekeliruan baik dalam pengutipan, penyajian data, dan penulisan huruf.
  • Lugas, yaitu pembicaraan langsung pada persoalan yang dikaji tanpa basa-basi.
  • Tidak emosional, yaitu tanpa melibatkan perasaan.
  • Logis, yaitu segala keterangan yang disajikan memiliki dasar dan alasan yang masuk akal.
  • Bernas, yaitu meskipun uraian itu singkat, isinya padat.
  • Jelas, yaitu keterangan yang dikemukakan dapat mengungkap makna secara jernih sehingga mudah dipahami pembaca.
  • Terbuka, yaitu tidak menutup kemungkinan adanya pendapat baru yang tidak sesuai dengan apa yang ditulis dalam karya ilmiah tersebut.
  • Menggunakan bahasa baku, tepat, ringkas, dan jelas

Bentuk Karya Ilmiah

Karya ilmiah dikenal berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.

1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah

Pada umumnya makalah disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.

2. Karya Ilmiah Berbentuk  Laporan Ilmiah Yang Dibukukan (Report)

Karya ilmiah dalam bentuk ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.

3. Buku Ilmiah

Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.


Karakteristik Karya Ilmiah

Karya tulis akan disebut sebagai karya ilmiah apabila karya tersebut memenuhi beberapa karakteristik. Davis dan Cosenza (1993) menyebutkan enam karakteristik yang meliputi: logis, konseptual-teoritis, kritis-analitis, obyektif, empiris, dan sistematis. Sedangkan Sekaran (2003) mengidentifikasikan delapan karakteristik, terdiri dari kejelasan tujuan (purposiveness), tingkat kehati-hatian (rigor), teruji (testability), kemampuan untuk diulang (replicability),  ketepatan dan kepercayaan (precision and confidence), objektif (objectivity), kemampuan untuk digeneralisasi (generalizability) dan penyederhanaan (parsimony). 

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

Sistematika penulisan karya ilmiah berisi rancangan yang teratur sebagai berikut: 

1. Bagian Awal 

  • Halaman Judul (huruf kapital, mencantumkan nama penulis, nomor induk mahasiswa, perguruan tinggi asal dan logonya). 
  • Lembar Pengesahan (memuat judul, nama penulis, dan nomor induk mahasiswa) ditandatangani oleh Dosen Pendamping, dan pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan lengkap dengan stempel perguruan tinggi, dan diberi tanggal sesuai dengan hari pengesahan. 
  • Kata Pengantar dari penulis. 
  • Daftar isi dan juga daftar lain yang diperlukan, misalnya,  daftar gambar, daftar tabel, dan daftar lampiran. 
  • Ringkasan terdiri atas 600–700 kata dalam bahasa Inggris/asing yang diakui PBB, ditulis pada lembar terpisah untuk keperluan penilaian kemampuan berbahasa. 

2. Bagian Inti 

  • Pendahuluan  : pada bagian pendahuluan berisi latar belakang dan perumusan masalah, uraian singkat mengenai gagasan kreatif yang ingin disampaikan, tujuan dan manfaat yang ingin dicapai melalui penulisan serta metode studi pustaka yang dilakukan. 
  • Telaah Pustaka : bagian ini berisi uraian yang menunjukkan landasan teori dan konsep-konsep yang relevan dengan masalah yang dikaji, uraian mengenai pendapat yang berkaitan dengan masalah yang dikaji, uraian mengenai pemecahan masalah yang pernah dilakukan.
  • Analisis dan Sintesis : pada bagian ini berisi analisis-sintesis permasalahan yang didasarkan pada data dan atau informasi serta telaah pustaka untuk menghasilkan alternatif model penyelesaian masalah (solusi) atau gagasan yang kreatif. 
  • Simpulan dan Rekomendasi : simpulan harus konsisten dengan analisis dan sintesis pada pem-bahasan serta menjawab tujuan. Rekomendasi yang disampaikan berupa alternatif pemikiran atau prediksi transfer gagasan dan diseminasi gagasan atau adopsi gagasan oleh masyarakat. 

3. Bagian Akhir 

Bagian akhir memuat daftar pustaka dan lampiran jika diperlukan

Macam-Macam Karya Ilmiah

1. Karya Ilmiah Populer

Yaitu tulisan ilmiah yang biasanya ditulis dengan menggunakan bahasa yang mudah difahami oleh orang kebanyakan. Contohnya, artikel ilmiah di media masa, dan buku-buku ilmiah populer untuk kalangan awam.

2. Kertas kerja                                   

Kertas kerja ialah karya tulis ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan; data itu bersifat empiris dan objektif.

3. Laporan Penelitian

Jika dibandingkan dengan makalah, laporan penelitian lebih panjang, sekurang kurangnya 70 halaman. Sesuai seperti sebutannya “laporan penelitian” , analisisnya lebih mendalam serta uraiannya lebih luas dan tuntas. Di dalam bagian pendahuluan dinyatakan secara eksplisit teori, metode, dan tehnik yang digunakan di dalam penelitiannya; juga dinyatakan sistematika penyusunan karya tersebut. Dalam beberapa hal, ada perbedaan tehnik dan sistematika penyusunan makalah dan laporan penelitian. Walaupun demikian, biasanya lembaga pendidikan, instansi penyelenggara pertemuan ilmiah, atau pengelola penerbitan mempunyai persyaratan khusus tentang tehnik dan sistematika ini.

4. Skripsi

Skripsi ialah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain (karya ilmiah S-1). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar sarjana.

5. Tesis

Tesis merupakan karya tulis ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian terhadap suatu hipotesis. Tesis bersifat lebih mendalam daripada skripsi (karya ilmiah S-2). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar magister.

6. Disertasi

Disertasi ialah karya tulis ilmiah yang mengemukakan teori atau dalil baru yang dapat dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris dan objektif (karya ilmiah S-3). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar doktor.

Jenis-Jenis Karya Ilmiah

Karya ilmiah dibagi menjadi dua yaitu karya ilmiah berbasis penelitian dan nir-penelitian. Karya ilmiah berbasis penelitian meliputi karya ilmiah mengikuti paradigma kuantitatif (mainstream) dan kualitatif (non-mainstream). Sedangkan karya ilmiah berbasis nir-penelitian meliputi: laporan kerja praktik, laporan desain dan laporan aplikasi. Skripsi nir-penelitian merupakan karya tulis ilmiah yang tidak didasarkan pada kegiatan penelitian. Skripsi nir-penelitian dapat mengambil bentuk hasil rancangan, hasil aplikasi/implementasi, laporan kerja praktik atau magang. Karya ini dapat dikategorikan sebagai karya ilmiah apabila memenuhi persyaratan kebenaran ilmiah. Teori kebenaran yang dapat digunakan sebagai landasan untuk ketiga jenis karya tulis ini adalah teori kebenaran koherensi dan pragmatisme. Koherensi mengandung arti bahwa suatu pernyataan atau temuan dianggap benar apabila pernyataan atau temuan tersebut konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang masih dianggap benar. Sedangkan pragmatisme berarti pernyataan atau temuan dianggap benar apabila pernyataan atau temuan tersebut bermanfaat bagi kemaslahatan orang banyak.

Manfaat Karya Ilmiah

Berikut ini beberapa manfaat dari karya ilmiah, diantaranya ialah :
  • Sarana pengembangan Pemikiran Tahap-tahap perkembangan kognitif seseorang membutuhkan dukungan. Dukungan itu ialah pembiasaan diri untuk menyadari dan membedakan antara pemikiran atau gagasan dengan segala sesuatu tentang dunia nyata; tentang peristiwa-peristiwa, tentang berbagai kondisi atau keadaan. Dengan demikian, diperlukan pula penciptaan simbol-simbol dan menyadari keberadaannya di samping objek peristiwa itu sendiri. Langkah itu memungkinkan seseorang untuk melakukan eksplorasi atas pengalaman-pengalaman nyata yang tidak mungkin ditampung karena keterbatasan seseorang.
  • Sarana untuk menyimpan, mengorganisasi, dan mensintesiskan gagasan. Kemampuan pikir untuk mengingat atau menyimpan seluruh pengalaman sangat terbatas. Di samping itu, pikiran kita juga sangat terbatas kemampuannya untuk mengorganisasikan seluruh pengalaman itu. Apalagi, jika kita ingin mensintesiskannya. Dengan menulis akan membuat kita lebih mampu berfokus pada pemikiran-pemikiran kita, sekaligus juga menemukan saling hubungan antarmateri (informasi dan gagasan) yang kita tulis. Hal itu akan memunculkan pertanyaan-pertanyaan baru yang berharga untuk dijawab dan membantu kita untuk menemukan cara baru dalam penyelesaian masalah.
  • Sarana untuk membantu menemukan kesenjangan dalam logika atau pemahaman; Melalui kegiatan menulis, kita dapat menemukan adanya kesulitan dan atau kekurangan pengetahuan kita tentang berbagai teori atau konsep. Dengan adanya kesulitan atau kekurangan itu, mungkinkan kita untuk menyadari dan kemudian menemukan alur pemahaman kita terhadap suatu masalah,  konsep, atau teori.
  • Sarana untuk membantu mengungkap sikap kita terhadap suatu masalah. Melalui kegiatan menulis, kita akan memperoleh kejelasan letak atau kedudukan kita di tengah-tengah permasalahan yang dikaji. Melalui kegiatan ini kita dimungkinkan untuk melihat secara objektif kelemahan dan kekuatan dari berbagai perspektif yang berbeda-beda.
  • Sarana untuk berkomunikasi. Melalui kegiatan menulis kita dapat menata berbagai informasi yang adakalanya bertentangan dan berserakan. Dengan adanya kegiatan ini kita mampu untuk menyusun konsep, kategori, dan mengorganisasikan berbagai konsepsi yang simpang-siur menjadi pola-pola yang mudah dipahami. Kata-kata sebagai simbol dari pikiran atau emosi dapat kita gunakan untuk menyampaikan pikiran, emosi, dan memotivasi tindakan. Dengan tulisan, akhirnya kita dapat menyampaikan gagasan, pikiran, dan perasaan kita kepada orang lain.
Itu saja informasi singkat mengenai artikel pengertian, tujuan, ciri-ciri,bentuk, karakteristik, sistematika penulisan, macam-macam, jenis serta manfaat karya ilmiah. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua
  



0 Response to "Pengertian, Tujuan, Ciri-Ciri, Bentuk, Karakteristik, Sistematika Penulisan, Macam-Macam, Jenis Serta Manfaat Karya Ilmiah "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close