adsense

Memahami Seluk Beluk Bintang Dalam Ilmu Pengetahuan

Memahami Seluk Beluk Bintang Dalam Ilmu Pengetahuan – Halo sahabat kekinian, udah pada tau gak apa itu bintang, dan darimana sejarah sebuah bintang itu bermula. Mau tau kan, ayo kita simak penjelasan berikut ini.

Memahami-Seluk-Beluk-Bintang-Dalam-Ilmu-Pengetahuan
Ilustrasi

1. Sejarah Kuno Bintang

Ribuan tahun yang lalu sejak zaman Mesir Kuno, ilmu perbintangan telah dikenal masyarakat, walaupun masih dalam kepercayaan tahayul dan mitos-mitos. Konsep masyarakat Mesir Kuno tentang matahari, bulan, dan bintang-bintang masih sederhana dan keliru. Bumi masih diakui  sebagai pusat utama dari peredaran matahari, bulan, dan bintang-bintang. Rasi bintang yang merupakan formasi bintang-bintang tertentu yang membentuk gambaran hewan atau lainnya dijadikan ramalan pernasiban, bahkan bintang-bintang yang terang dan menarik perhatian orang akan diartikan sebagai petunjuk lahirnya pemimpin dunia.
Warisan peradaban kuno itu sampai sekarang masih tersisa. Misalnya meramal nasib berdasarkan tanggal dan bulan kelahiran seseorang, yaitu yang disesuaikan dengan muculnya rasi bintang tertentu ketika seseorang dilahirkan. Rasi bintang zodiak merupakan rasi bintang yang biasanya digunakan untuk meramal. Zodiak merupakan 12 rasi bintang sepanjang ekliptika membentuk gelang melingkari garis edar bumi mengelilingi matahari. 12 rasi bintang itu dikenal yaitu Capricornus, Aquarius, Pisces, Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Viego, Libra, Scorpio, dan Sagitarius. Pada awal tahun 2007, rasi zodiak ditambah satu lagi yaitu rasi ophiuchus (pawang ular) yaitu muncul pada 29 November sampai dengan 18 Desember.
Setiap rasi bintang terdiri atas beberapa bintang yang memiliki membentuk gambaran bintang. Contohnya  rasi bintang Leo, disebut demikian karena membentuk formasi singa atau Scorpio yang membentuk formasi kalajengking. Setiap rasi bintang yang ada pada zodiak akan muncul satu kali selama setahun. Lamanya sebuah rasi bintang menampakkan diri di langit adalah satu bulan. Tenggelamnya rasi bintang yang satu akan digantikan oleh rasi bintang yang lain, demikian seterusnya.

2. Pengertian Bintang

Ketika malam hari yang cerah kita memandang ke langit, maka akan terlihat benda-benda langit yang bertaburan pada bola langit yang sangat besar. Dapat melihat benda-benda langit seperti bulan yang bersinar terang, serta bintang-bintang yang berkelip-kelip. Sungguh pemandangan yang sangat indah. Benda langit yang dapat memancarkan cahayanya sendiri disebut dengan bintang. Apabila dilihat dari dekat, bintang berbentuk seperti bola besar yang terdiri dari berbagi macam gas yang memiliki panas dan memancarkan cahaya. Karena letak bintang sangat jauh dari bumi tempat manusia melihat, maka bintang akan terlihat seperti titikcahaya. Oleh karenanya, untuk melihat bintang yang sangat jauh itu, maka digunakan alat yang dinamakan teleskop.


3. Proses Terbentuknya Bintang

Bintang tercipta dari awan gas dan debu di galaksi. Selama ratusan ribu tahun, gas dan debu bersatu, lalu pecah menjadi ratusan atau ribuan awan yang lebih kecil. Tiap awan kecil itu kemudian berubah menjadi bola gas berputar yang disebut protobintang, inilah tanda pertama kelahiran sebuah bintang. Di puasat bola terdapat gas yang sangat padat, yang akan memproduksi energi untuk mengubah protobintang menjadi bintang dewasa.
Berputarnya bintang, gravitasi menarik gas pada protobintang ke pusatnya. Saat gas semakin melumat, ia menjadi semakin ganas. Gas yang terpadat dan terpanas ada dibagian inti. Saat suhu mencapai sekitar 10 miliar C, terjadilah reaksi nuklir. Hidrogen pada inti berubah menjadi helium dan melepaskan energi. Dua bentuk energi ini adalah sinar dan panas. Bintang mulai menyala dan akan bersinar terus selama jutan atau bahkan miliaran tahun.
Bintang tersusun oleh beberapa gas, seperti gas hidrogen (H2) sekitar 94% helium (He) 5% serta unsur lainnya 1%. Temperatur bintang yang  bervariasi dimulai dari 22730 C sampai 52730 C. Sebagian besar dari bintang-bintang memiliki massa antara 0,1 sampai 5 kali massa matahari. Seperti halnya benda-benda lain yang terdapat di alam, bintang juga dapat mengalami siklus. Siklus sebuah bintang dimulai dari lahinya bintang, kemudian bintang tersebut memancarkan energi, dilanjutkan bintang tersebut mengambang, dan kemudian suatu saat meledak, bahkan mati. Banyak teori yang menjelaskan mengenai kelahiran bintang, namun yang sampai saat ini paling banyak diterima oleh para ahli adalah diawali dari proses pemampatan materi antar bintang yang sebagian besar berupa gas hydrogen (H2).
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, jarang dari ssebuah bintang sudah dapat ditentukan. Untuk memecahkan masalah jarak yang sangat besar ini, para astronom membuat satuan jarak baru yang dinamakan tahun cahaya, yaitu jarak yang ditempuh cahaya selama satu tahun. Cahaya merambat dalam ruang hampa dengan kecepatan 300.000 kilometer per detik. Jadi jika ingin mengubah satu tahun cahaya dalam kilometer, bisa dihitung jumlah detik dalam satu tahun dan dikalikan bilangan tersebut dengan 300.000 km, yang mana di dapatkan hasil 9.460.000.000.000 km atau 9,46 triliun kilometer.

4. Bentuk, Ukuran dan Massa Bintang

Semua bintang berbentuk bola, tidak ada bintang yang berbentuk segilima dan tidak ada yang berkelap-kelip. Mereka tampak bersinar saat cahayanya melewati atmosfer bumi. Bintang terdiri atas hidrogen dan beberapa helium dan berbentuk seperti bola karena grafitasi bintang. Bintang berkelip-kelip karena cahaya yang mereka pancarkan ke bumi dibelokkan oleh arus udara yang bergerak di atmosfer kita. Jika pergi ke atas atmosfer bumi, maka bintang-bintang tidak akan berkelip-kelip sefikittpun. Bintang bersinar karena mereka sangat panas, seperti matahari. Di dalam sebuah bintang, gas hidrogen diubah menjadi helium, yang melepaskan energy dalam bentuk cahaya, panas, dan cahaya tak tampak.
Ada perbedaan jumlah gas dalam setiap bintang. Jumlah gas dalam suatu bintang disebut massa bintang, yang besarnya tetap sejak bintang itu terbentuk. Massa tidak sama dengan ukuran. Sebuah bintang yang memiliki massa lebih besar dari matahari, berarti tersusun atas banyak material. Bintang dengan ukuran lebih besar, berarti lebih luas. Sebuah bintang dengan ukuran lebih besar belum tentu massanya besar. Ini bisa saja karena gas yang ada tersebar. Beberapa bintang dengan massa yang besar, bentuknya kecil karena gas yang ada memampat. Bintang memiliki ukuran yang beragam dibandingkan dngan matahari, bintang kecil berukuran 100 kali lebih kecil dibandingkan bintang raksasa. Bintang raksasa memiliki ukuran  30 hingga 50 kali lebih besar di bandingkan bintang super raksasa biru. Bintang raksasa biru 100 kali lebih besar, dan bintang super raksasa berberapa ratus kali lebih besar.

Itu saja informasi singkat mengenai artikel memahami seluk beluk bintang dalam ilmu pengetahuan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.





Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel