adsense

Jejas Sel – Pengertian, Etiologi, Patofisiologi, Penyebab, Macam-Macam, Bentuk Reaksi, Mekanisme


Jejas Sel – Pengertian, Etiologi, Patofisiologi, Penyebab, Macam-Macam, Bentuk Reaksi, Mekanisme- Jejas sel (cedera sel) merupakan suatu proses cedera yang terjadi apabila suatu sel tidak lagi dapat berdaptasi terhadap rangsangan. Untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan berikut ini.

Jejas-Sel-Pengertian-Etiologi-Patofisiologi-Penyebab-Macam-Macam-Bentuk-Reaksi-Mekanisme
Ilustrasi

Pengertian Jejas Sel

Jejas sel (cedera sel) merupakan suatu proses cedera yang terjadi apabila suatu sel tidak lagi dapat berdaptasi terhadap rangsangan. Hal ini dapat terjadi bila ragsangan tersebut terlalu lama atau terlalu berat. Sel dapat pulih cedera atau mati bergntung pada sel tersebut dan jenis cedera. (Robbins & Kumar, 1992)

Etiologi Jejas Sel

  • Mikroorganisme, yaitu sel-sel tubuh dapat mengalami kerusakan secara langsung oleh mikroorganisme melalui toksin yang dikeluarkan oleh mikro-organisme, atau secara tidak langsung akibat reaksi imun dan peradangan yang muncul sebagai respons terhadap mikro-organisme.
  • Agen Fisik, yaitu bahan fisik dapat berupa mekanik, termis, aktinis (misalnya sinar ultraviolet), dan elektrik.
  • Bahan Kimia, yaitu bahan yang dapat berupa makanan atau obat-obatan, bahan kimia seperti glukosa dan garam hipertonik yang dapat menimbulkan jejas sel, racun sepeti arsen, sianida atau garam mekuri yang menyebabkan kematian sel dalam waktu yang singkat.
  • Radiasi, contohnya radiasi pengion yang dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas. Radikal bebas merupakan suatu atom molekul dengan elektron yang tidak memiliki pasangan. Radikal bebas mencari reaksi-reaksi diman ia dapat memperoleh kembali elektron pasangannya. Selama menjalankan proses tersebut, radikal bebas dapat merusak membran sel, retikulum endoplasma, atau DNA sel-se rentan. Seperti pancaran sinar matahari, sinar x, dan zat-zat yang mengalami peluruhan radioaktif.
  • Reaksi imunologik, keadaan yang paling parah yaitu kematian yang disebabkan oleh reaksi imunologik seperti pada reaksi anafilaktik maupun reaksi antigen endogen yang menimbulkan penyakit autoinum.
  • Hipoksia, yaitu penurunan konsentrasi oksigen di dalam darah. Konsentrasi oksigen dalam darah bergantung pada jumlah yang masuk ke paru-paru dan jumlah yang dibawah oleh darah.
  • Radang (inflamasi), adanya pengecilan di pembuluh darah (trombosis), trombus yang terlepas dari dinding pembuluh darah (embolisme), dan kematian sel (nekrosis).
  • Kelainan genetik, yaitu defek pada genetik yang sering menyebabkan jejas, antara lain ditemukannya pada sindrom down dan anemia sel sabit.
  • Gangguan nutrisi, ketidakseimbangan nutrisi merupakan penyebab utama jejas sel, antara lain defisiensi protein, vitamin dan ineral. Jumlah lipid yang berlebihan merupakan faktor pendukung terjadinya arteosklerosis.


Patofisiologi Jejas Sel

Bila sel digambarkan sebagai unit terkecil/subsistem, maka proses sehat/sakit dapat dikatakan sebagai proses adaptasi/maladaptasi. Sel digambarkan berada pada kesinambungan struktur dan fungsi, sebagai berikut :
Perubahan yang terjadi dari suatu keadaan ke keadaan lain bisa cepat atau lambat ataupun berlangsung tak terdeteksi. Disebabkan karena tidak adanya batas yang tegas atau nyata dari perubahan itu. Perubahan yang paling awal adalah yang terjadi ditingkat molekul, namun perubahan ini umumnya belum terdeteksi. Apabila sudah terjadi perubahan fungsi dan struktur steady state barulah terdeteksi. Selanjutnya sifat perubahan bisa reversible, irrversible atau lethal (fatal).

Penyebab Jejas Sel

  • Kekurangan Oksigen : Hipoksia (cedera oksigen) dapat mengganggu repirasi oksiditif erobic dan menyebabkan eskemia atau terhentinya darah dalam jaringan akibat gangguan aliran darah arteri.
  • Kekurangan nutrisi : insufesiensi kalori-protein dan defisiensi vitamin dapat menyebabkan cedera pada sel.
  • Infeksi sel : disebabkan oleh agen infeksius misalnya virus, reketsia, bakteri, fungi, protozoa, dan cacing.
  • Respon imun yang abnormal : reaksi imun dalam tubuh yang melawan benda asing yang disengaja/tidak disengaja dapat menyebabkan jejas misalnya reaksi anflaksasi terhadap protein asing atau suatu obat.
  • Faktor fisik dan kimia : untuk faktor fisik misalnya suhu, radiasi, trauma, dan gejala kelistrikan. Sedangkan faktor kimia misalnya bahan-bahan beracun.

Macam-Macam Jejas Sel

1. Endogen

Jejas sel yang terjadi akibat faktor yang berasal dari dalam tubuh. Misalnya :
  • Efek genetik
  • Faktor imun
  • Produksi hormonal tidak adekuat
  • Hasil metabolisme tidak sempurna

2. Eksogen

Jejas sel yang terjadi akibat faktor dari luar. Misalnya :
  • Agen kimiawi
  • Agen fisik
  • Agen biologik
  • Kekurangan oksigen
  • Ketidakseimbangan nutrisi

Bentuk Reaksi Sel Pada Jejas

  • Retrogresif, yaitu terjadinya proses kemunduran/degenerasi.
  • Progresif, yaitu berkelanjutan, berjalan terus menuju ke arah yang lebih buruk.
  • Adaptasi, yaitu respon adaptasi/penyesuaian (atrophi, hipertrophi, hiperplasi, metaplasia, dan displasi).

Mekanisme Jejas Sel

  • Deplesi ATP : kegagalan fungsi yang bergantung pada energi→jejas reversibel→nekrosis
  • Kerusakan mitokondria : deplasi ATP→kegagalan fungsi sel yang bergantung pada energi→terjadi nekrosis; pada beberapa keadaan terjadinya kebocoran protein mitokondria yang menyebabkan apoptosis.
  • Aliran masuk kalsium : aktiitas enzim yang merusak komponen sel juga akan memulai terjadinya apoptosis.
  • Akumulasi spesies oksigen reaktif : modifikasi kovalen protein sel, lipid, asam nukleat.
  • Peningkatan permeobilitas membran sel : mempengaruhi membran plasma, membran lisosom, membran mitokondria, dan biasanya berakhir dengan nekrosis.
  • Akumulasi DNA yang rusak dan protein salah rangkain : mengakibatkan apoptosis.
Itu saja informasi mengenai jejas sel – pengertian, etiologi, patofisiologi, penyebab, macam-macam, bentuk reaksi, mekanisme. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.





Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel