adsense

Hukum - Pengertian Tujuan Ciri-ciri Fungsi Serta Sumber dan Macamnya


Hukum - Pengertian Tujuan Ciri-ciri Fungsi Serta Sumber dan Macamnya- Di dalam kehidupan sehari-hari manusia membutuhkan aturan, tatanan serta kaidah yang dapat menjamin kehidupannya yang aman, damai dan tentram. Dengan adanya peraturan tersebut, maka setiap permasalahan yang muncul dalam kehidupan manusia dapat diselesaikan, dan peraturan-peraturan tersebut sering disebut dengan istilah hukum. Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan berikut ini.

Hukum-Pengertian-Tujuan-Ciri-ciri-Fungsi-Serta-Sumber-dan-Macamnya

Ilustrasi

Pengertian Hukum

Hukum dalam bahasa inggris sering disebut rule of law yang berarti peraturan hukum, dan dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah rechts seperti rechts staat yang berarti negara hukum dan recht van justisi yang berarti lembaga peradilan hukum. Hukum merupakan peraturan-peraturan (perintah-perintah dan larangan-larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat dan oleh karena itu masyarakat harus menaatinya.
Untuk lebih jelasnya lihat juga pengertian hukum menurut para ahli.

Tujuan Hukum

  1. Untuk mengatur tata tertib masyarakat secara damai dan adil.
  2. Untuk menjaga kepentingan tiap manusia supaya kepentingan itu tidak dapat diganggu.
  3. Untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam pergaulan manusia.

Fungsi Hukum

  1. Memelihara dan mempertahankan tata tertib dan aturan.
  2. Menyelesaikan pertikaian.
  3. Menertibkan masyarakat dan pengaturan pergaulan hidup.
  4. Memenuhi tuntutan keadilan dan kepastian hukum.

Ciri-Ciri Hukum

  1. Peraturan mengenai tingkah laku dalam pergaulan masyarakat.
  2. Peraturan yang dibuat oleh badan resmi yang berwajib.
  3. Peraturan bersifat memaksa.
  4. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut bersifat tegas.
  5. Berisi perintah larangan.
  6. Perintah dan larangan itu harus ditaati oleh setiap orang.

Sumber Hukum

Sumber hukum ialah segala sesuatu yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan bersifat memaksa, yaitu apabila dilanggar dapat mengakibatkan sanksi yang tegas dan nyata. Sumber hukum terbagi menjadi dua yaitu sumber hukum material dan sumber hukum formal. Berikut ini penjelasan keduanya.

1. Sumber Hukum Material

Sumber hukum material merupakan keyakinan dan perasaan hukum individu dan pendapat umum yang menentukan isi atau materi hukum yang ditinjau dari berbagai sudut seperti sejarah, filosofi, sosiologi, agama dan hukum itu sendiri. Hukum tidak hanya penting bagi seorang ahli hukum saja, namun hukum juga penting bagi ahli filososfi, ahli sejarah, ahli sosiologi, ahli ekonomi, dan ahli agama. Oleh karena itu sumber-sumber hukum dapat ditinjau dari beberapa sudut, seperti dari sudut sejarah, sosiologi, filsafat, ekonomi, dan lain-lain. Sumber-sumber hukum yang disebutkan tadi merupakan sumber hukum material. Berikut ini sumber hukum material dari berbagai pandangan.

a. Pandangan Ahli Sejarah

Menurut ahli sejarah hukum bersifat kontinu yang berarti hukum tak berubah secara tiba-tiba meskipun dalam masyarakat dapat terjadi perubahan politik dengan mendadak. Hukum dapat berubah sedikit demi sedikit dan perubahan terbesar yang terjadi sesuai perubahan sosial, jadi umumnya tidak sesuai dengan perubahan politik sebab perubahan politik itu lebih cepat terjadi daripada perubahan sosial.

b. Pandangan Ahli Filosofi

Dari pandangan seorang filosofi terdapat pertanyaan yang penting baginya mengenai hukum material yaitu :
  • Ukuran apa yang harus dipakai orang untuk mengetahui benar-benar apakah sesuatu hal bersifat adil atau tidak.
  • Apa sebab orang taat pada hukum.

c. Pandangan Ahli Sosiologi

Ahli sosiologi berpendapat bahwasanya sumber hukum adalah masyarakat seluruhnya yang ditinjau adalah lembaga sosial dalam arti kata luas, misalnya lembaga  sosial, lembaga ekonomi, lembaga adat dan setelah ditinjau seluruhnya, maka dengan sendirinya tahu apa yang dirasa sebagi hukum dalam berbagai lembaga itu.

d. Pandangan Ahli Agama

Menurut ahli agama yang merupakan sumber hukum ialah kitab suci dan dasar-dasar agama.

e. Pandangan Ahli Hukum

Hukum itu timbul dari perasaan hukum seseorang dan dari kebiasaan/adat serta kesusilaan yang ketiga-tiganya terdapat dalam pergaulan masyarakat.

2. Sumber Hukum Formal

Sumber hukum formal merupakan bentuk-bentuk perwujudan dari sebuah hukum, bentuk ini menyatakan tentang adanya, isinya serta berlakunya peraturan-peraturan hukum yang bersangkutan. Berikut ini sumber-sumber hukum formal.

a. Undang-Undang

Undang-undang merupakan pertautan negara yang diadakan untuk menyelenggarakan pemerintahan pada umumnya, yang dibentuk berdasarkan UUD dan untuk melaksakan UUD. Menurut Prof. Buys, undang-undang mempunyai dua arti dalam arti formil dan materil. Dalam arti formil undang-undang disebut juga undang-undang dalam arti sempit yang berarti setiap peraturan atau ketetapan yang dibentuk oleh alat perlengkapan negara yang diberi kekuatan membentuk undang-undang dan diundangkan semestinya. Sedangkan dalam arti materil disebut juga undang-undang dalam arti luas yang berarti setiap peraturan atau ketetapan yang isinya berlaku mengikat umum (setiap orang).

b. Kebiasaan dan Adat

Kebiasaan dan adat tidaklah sama, maka dari itu terdapat perbedaan antara hukum kebiasaan dan hukum adat. Kebiasaan merupakan perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal yang sama. Sedangkan adat merupakan sumber kaidah yang sifatnya agak sakral, merupakan tradisi, kadang-kadang juga anggapan-anggapan keagamaan. Hukum kebiasaan ialah himpunan-himpunan kaidah-kaidah yang meskipun tidak ditentukan oleh badan pembuat peraturan perundang-undangan namun ditaati juga, di karenakan orang yakin bahwa kaidah-kaidah itu merupakan hukum. Dan hukum adat adalah tata hukum indonesia yang bersumber pada adat istiadat, tidak semua adat merupakan hukum.

c. Traktat

Traktat
Traktat disebut juga treaty yang berarti perjanjian antarnegara. Traktat itu mengikat dan berlaku sebagai peraturan hukum terhadap warga negara dari masing-masing negara yang mengadakan perjanjian . oleh karenanya traktat dapat dapat dikatakan sebagai sumber hukum. Berikut ini macam-macam traktat.
  • Traktat bilateral : traktat yang diadakan antara dua negara.
  • Traktat multilateral : traktat yang diadakan antara lebih dari dua negara.
  • Traktat kolektif/traktat tebuka : traktat multilateral, yang memberikan kesempatan pada negara-negara yang pada permulaan tidak turut mengadakannya, tetapi kemudian juga menjadi pihaknya. 


d. Yurisprudensi

Keputusan hakim terdahulu yang sering diikuti dan dijadikan dasar keputusan oleh hakim kemudian mengenai masalah yang sama disebut dengan yurisprudensi. Yurisprudensi lahir karena adanya peraturan perundang-undangan yang kurang atau tidak jelas pengertiannya, sehingga menyulitkan hakim dalam memutuskan suatu perkara. Biasanyan seorang hakim akan melaksanakan berbagai penafsiran-penafsiran dalam membuat yurisprudensi, penafisirannya sebagai berikut.
  • Penafsiran secara gramatikal (tata bahasa) : penafsiran berdasarkan arti kata.
  • Penafsiran secara historis : penafsiran berdasarkan sejarah terbentuknya undang-undang.
  • Penafsiran sistematis : penafsiran dengan cara menghubungkan pasal-pasal yang terdapat dalam undang-undang.
  • Penafsiran teleologis : penafsiran dengan jalan mempelajari hakikat tujuan undang-undang yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
  • Penafsiran otentik : penafsiran yang dilakukan oleh sipembentuk undang-undang itu sendiri.

e. Dokrin

Dokrin ialah pendapat para hali hukum terkemukan yang dijadikan dasar atau asas-asas penting dalam hukum dan penerapannya.

Macam-Macam Hukum

1. Menurut Sumbernya

Menurut sumbernya, hukum terbagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.
  • Hukum undang-undang, yaitu hukum yang tercantu dalam peraturan perundang-undangan.
  • Hukum kebiasaan (adat), yaitu hukum yang terletak di dalam peraturan-peraturan kebiasaan (adat).
  • Hukum traktat, yaitu hukum yang ditetapkan oleh negara-negara di dalam suatu perjanjian antarnegara (traktat).
  • Hukum yurisperdensi, yaitu hukum yang terbentuk kerena keputusan hakim.

2. Menurut Wujudnya

Menurut Wujudnya, hukum terbagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.
  • Hukum tertulis, hukum ini dapat berupa hukum tertulis yang dikodifikasikan dan hukum yang tidak dikodifikasikan.
  • Hukum tidak tetulis, hukum yang masih hidup dan tumbuh dalam keyakinan masyarakat tertentu (hukum adat).

3. Menurut Tempat Berlakunya

Menurut tempat berlakunya, hukum terbagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.
  • Hukum nasional, yaitu hukum yang berlaku dalam suatu negara.
  • Hukum internasional, yaitu hukum yang mengatur hubungan hukum dalam dunia internasional.
  • Hukum asing, yaitu hukum yang berlaku dalam negara lain.

4. Menurut Waktu Berlakunya

Menurut waktu berlakunya, hukum terbagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.
  • Ius constitutum (hukum positif), yaitu hukum yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu.
  • Ius constituendum, yaitu hukum yang diharapkan berlaku pada waktu yang akan datang.
  • Hukum asasi (hukum alam), yaitu hukum yang berlaku dimana-mana dalam waktu untuk segala bangsa didunia.

5. Menurut Cara Mempertahankannya

Menurut cara mempertahankannya, hukum terbagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.
  • Hukum material, yaitu hukum yang memuat peraturan-peraturan yang mengatur kepentingan-kepentingan dan hubungan-hubungan yang berwujud perintah-perintah dan larangan-larangan. Contohnya hukum pidana dan hukum pidata.
  • Hukum formal, yaitu hukum yang memuat peraturan-peraturan yag mengatur bagaimana cara-cara melaksanakan dan mempertahankan hukum material atau peraturan-peraturan yang mengajukan suatu perkara pidana ke pengadilan dan bagaimana caranya hakim memberikan keputusan. Contohnya hukum acara pidana dan hukum acara perdata.

6. Menurut Sifatnya

Menurut sifatnya, hukum terbagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.
  • Hukum yang memaksa, yaitu hukum yang dalam keadaan bagaimanapun juga harus dan mempunyai paksaan mutlak.
  • Hukum yang mengatur (hukum pelengkap), yaitu hukum yang dapat dikesampingkan apabila pihak-pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan-peraturan sendiri dalam suatu perjanjian.

7. Menurut Wujudnya

Menurut wujudnya, hukum terbagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.
  • Hukum objektif, yaitu hukum dalam suatu negara yang berlaku umum dan tidak mengenai orang atau golongan tertentu.
  • Hukum subjektif, yaitu hukum yang timbul dari hukum objektif dan berlaku terhadap seseorang tertentu.

8. Menurut Isinya

Menurut isinya, hukum terbagi menjadi beberapa macam sebagai berikut.
  • Hukum privat atau hukum sipil, yaitu hukum yang mengatur hubungan-hubungan antara orang-orang yang satu dengan orang yang lain, dengan menitikberatkan kepada kepentingan perseorangan.
  • Hukum publik atau hukum negara, yaitu hukum yang mengatur hubungan antarnegara dengan alat-alat perlengkapan atau hubungan antara negara dengan peseorangan (warga negara).
Itu saja informasi mengenai hukum - pengertian tujuan ciri-ciri fungsi serta sumber dan macamnya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel