Teori Terbentuknya Alam Semesta Menurut Para Ahli


Teori Terbentuknya Alam Semesta Menurut Para Ahli-  Telah lama para ahli astronomi berusaha untuk merumuskan berbagai macam teori yang dapat menjelaskan tentang kejadian alam semesta. Kali ini Ilmu Kekinian akan berbagi informasi terkait teori terbentuknya alam semesta. Langsung saja kita simak penjelasan berikut ini.

Teori-Terbentuknya-Alam-Semesta-Menurut-Para-Ahli

Ilustrasi

Teori Terbentuknya Alam Semesta

1. Teori Big Bang

Teori big bang merupakan teori mutakhir tentang penciptaan alam semesta, yang dikemukakan oleh Kosmolog Abbe Lemaitre pada tahun 1920. Kosmolog Abbe Lemaitre mengatakan bahwasanya alam semesta bermula dari gumpalan super atom raksasayang isinya tidak bisa kita bayangkan tetapi diperkirakan seperti bola api raksasa yang suhunya antara 10 milyar sampai 1 trilyun derajat celcius. Gumpalan super atom tersebut meledak sekitar 25 milyar tahun yang lalu. Hasil dari dentuman dahsyat tersebut menyebar menjadi debu dan awan hidrogen. Setelah berusia sekitar ratusan juta tahun, debu dan awan hidrogen tersebut membentuk bintang-bintang dalam ukuran yang berbeda-beda. Seiring dengan terbentuknya bintang-bintang, diantara bintang-bintang tersebut berpusat membentuk kelompoknya masing-masing yang disebut galaksi.

2. Teori Keadaan Tetap (Steady State Theory)

Teori ini dikemukakan oleh H. Bondi, T. Gold, dan F. Hoyle dari Universitas Cambridge pada tahun 1948. Teori ini menyatakan bahwasanya alam semesta tidak ada awalnya dan tidak akan berakhir. Dalam teori ini tidak ada asumsi bola api kosmik yang besar dan pernah meledak. Alam semesta ini akan datang silih berganti berbentuk atom-atom hidrogen dalm ruang angkasa yang akan membentuk galaksi baru dan menggantikan galaksi lama.

3. Teori Osilasi

Tori ini memiliki keyakinan yang sama dengan teori keadaan tetap yang mana alam semesta tidak awal dan tidak akan berakhir. Tetapi teori osilasi ini mengakui adanya dentuman besar dan pada suatu saat gravitasi menyedot kembali efek ekspansi ini sehingga alam semesta akan mengempis (collaps) yang pada akhirnya akan mengumpal kembali dalam kepadatan dan temperatur yang tinggi yang akan mengakibatkan terjadinya dentuman besar kembali.

4. Teori Nebula

Teori ini dikemukakan oleh William Herschel pada tahun (1788-1822) yang mana ia mengamati adanya nebula yang awalnya dianggap sebagai kumpulan gas yang gagal menjadi bintang. Pada tahun 1791, ia melihat bintang tunggal yag dikelilingi oleh hallo yang terang. Asumsi inilah yang kemudian berkembang dan menjadi kesimpulan sementara bahwasanya bintang itu terbentuk dari nebula dan hallo yang merupakan sisi dari nebula.

5. Teori Planetesimal

Teori ini dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin pada tahun 1848-1928) seorang ahli geologi dan Forest R. Moulton pada tahun (1872-1952) yang merupakan seorang ahili astronomi. Teori planetesimal menyatakan matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak. Pada suatu masa, ada sebuah bintang yang berpapasan pada jarak yang tidak jauh. Akibatnya, terjadilah peristiwa pasang naik pada permukaan matahari. Sebaian dari masa matahari tertarik ke arah bintang lewat. Material yang tertarik kembali ke matahari dan sebagian lainnya terlepas dan menjadi planet-planet.

6. Teori Pasang Surut

Teori ini dikemukakan oleh sir james jeans pada tahun (1877-1946) dan Harol Jeffreys pda tahun (1891). Teori ini menyatakan bahwasanya peristiwa pasang surut yang digambarkan oleh Jeans dan Jeffreys adalah seperti cerutu, yang berarti ketika bintang lewat mendekati matahri, pada waktu itu masa matahri tertarik dengan bentuk menjulur keluar seperti cerutu. Setelah jauh, cerutu tersebut menetes dan tetesannya membentuk planet-planet.

7. Teori Awan Debu (The Dust-Cloud Theory)

Teori ini dikemukakan oleh Carl Von Weizsaeker yaitu seorang ahli astronomi Jerman. Teori ini menyatakan bahwasanya tata surya awalnya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Awan gas dan debu mengalami proses pemampatan membentuk bola dan mulai berpilin. Lama-kelamaan gumpalan gas tersebut memipih menyerupai bentuk cakram yaitu bulat dan pipih di bagian tengahnya tebal sedangkan di bagian tepannya sangat tipis. Pada bagian tengahnya memilin lebih lambat dibandingkan bagian tepiannya. Partikel pada bagian tengah saling menekan sehingga menimbulkan panas dan menyala yang kemudian menjadi matahari. Sedangkan pada bagian luar berpusing sangat cepat sehingga banyak yang terlempar menjadi gumpalan gas dan debu padat. Bagian yang kecil-kecil itu kemudian menjadi planet-planet.

Itu saja informasi mengenai teori terbentuknya alamsemesta menurut para ahli. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.



0 Response to "Teori Terbentuknya Alam Semesta Menurut Para Ahli"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close