adsense

Pengertian Struktur dan Fungsi Sel Sebagai Unit Terkecil Kehidupan

Pengertian Struktur Dan Fungsi Sel Sebagai Unit Terkecil Kehidupan Halo sahabat kekinian, kali ini kita akan mempeajari materi baru yaitu tentang sel. Nah, penasarankan gimana materinya, langsung saja simak penjelasan berkut ini.

Pengertian Struktur dan Fungsi Sel Sebagai Unit Terkecil Kehidupan
Ilustrasi

A. Pengertian Sel

Sel dikemukakan pertama kali oleh robert hooke pada tahun (1635-1703) yang berarti kotak kosong, setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop. Pada tahun (1835) Felix Durjadin meneliti bahwasanya sel tersusun oleh substansi atau cairan, yang selanjutnya di simpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang di namakan protoplasma. Istilah protoplasma pertama kali di pakai oleh Johannes Purkinje (1787 -1869). Johannes Purkinje mengatakan bahwasanya protoplasma menjadi dua bagian, sitoplasma dan nukleoplasma.

Tumbuhan dan hewan mempunyai persamaan, yaitu tubuhnya tersusun oleh sel-sel dinyatakan oleh Schwann dan Schleiden (1838). Teori tersebut dikembangkan menjadi suatu teori sebagai berikut.
  • Sel merupakan satuan struktural terkecil organisme hidup.
  • Sel merupakan satuan fungsional terkecil organisme hidup.
  • Sebuah sel berasal dari sel itu sendiri dan organisme tersusun oleh sel.

Berdasarkan pengamatan mikroskopis oleh schleiden dan theodore schwann dirumuskan bahwasanya “sel merupakan struktural kehidupan”. Secara struktural sel merupakan penyusun makhluk hidup, baik makhluk hidup bersel satu ataupun bersel banyak.

B. Struktur Sel dan Fungsinya

Sel memiliki struktur yang sama, yang terdiri dari membran sel/membran plasma, sitoplasma dan organel-organel sel.

1. Membran Sel

Membran sel  merupakan selaput paling luar dan tersusun dari senyawa kimia lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau lipid dengan senyawa protein). Lemak pada membran sel bersifat hidrofobik karena tidak larut dalam air, sedangkan protein bersifat hidrofilik karena larut dalam air.
Fungsi membran sel sebagai berikut :

  • Melindungi bagian-bagian di dalam sel.
  • Mengatur transportasi berbagai zat dari dalam membran sel.
  • Menjadi tempat berbagai reaksi, misalnya reaksi cahaaya matahari dan reaksi oksidasi dalam respirasi.
  • Sebagai reseptor atau penerima rangsangan dari luar (seperti hormon dan bahan kimia lain).

Membran sel tersusun atas lipoprotein sebagai berikut :

  • Lipid : terdapat di bagian dalam terdiri dari, a. Fosfolipid (bersifat hidrofobik,senyawa ini tidak menyukai air), b. Glikolipid (bersifat hidrofilik, senyawa ini mudah mengikat air), c. Sterol.
  • Protein : terdapat di bagian luar, terdiri dari, a. Protein perifer/ekstrinsik (terdapat di bagian luar), b. Protein integral/intrinsik (terdapat di antara lapisan lemak).

2. Sitoplasma

Cairan di dalam membran sel dan inti sel disebut sitoplasma. Cairan yang berada dalam inti sel dinamakan nukleoplasma. Penyusun utama sitoplasma adalah air (90%), yang berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia sel. Fungsi dari sitoplasma ialah sebagai sumber bahan kimia penting bagi sel dan tempat terjadinya reaksi metabolisme.

3. Organel-Organel Sel

Pengertian Struktur dan Fungsi Sel Sebagai Unit Terkecil Kehidupan
Organel Sel
  • Inti sel (nukleus) : organel terbesar dalam sel disebut nukleus. Di dalam nukleus terdapat kromosom yang berisi DNA yang merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagi protein terutama enzim. Suatu enzim sangat dibutuhkan dalam menjalankan berbagai fungsi di sitoplasma. Inti sel terdiri dari beberapa bagian, yaitu, selaput inti (karioteka), nukleoplasma (kariolimfa), kromatin atau kromosom, dan nukleus (anak inti).
  • Ribosom (ergastoplasma) : organel sel terkecil di dalam sel disebut ribosom. Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
  • Retikulum endoplasma (RE) : struktur yang berbentuk benang-benang seperti tumpukan kantong yang bermuara di inti sel disebut retikulum endoplasma. Fungsi dari RE  sendiri yaitu sebagai alat transportasi lemak, penghubung selaput luar inti dengan sitoplasma sehingga menjadi penghubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma, transport protein yang disentesis dalam ribosom.
  • Motokondria (the power house) : mitokondria berfungsi sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak energi ATP.
  • Lisosom : organel yang berasal dari vesikula kompleks golgi yang terlepas dan tersebar di sitoplasma disebut lisosom. Lisosom berfungsi sebagai penghasil dan penyimpanan enzim pencernaan seluler. Misalnya enzim lisozim berfungsi menghancurkan struktur sel.
  • Badan golgi (aparatus golgi/diktiosom) : terdiri dari kantung membran yang pipih sehingga tampak sebagai tumpukan pita. kedua permukaan tumpukan membran pipih disebut muka cis dan muka trans. Muka cis memiliki fungsi sebagai penerima vesikula transpor dari RE, sedangkan muka trans berfungsi mengirim vesikula transpor. Bentuk transfer dari protein yang disintesis disebut vesikula transpor. Apabila protein tidak dikeluarkan oleh badan golgi maka akan disimpan di dalam sel sebagai lisosom. Badan golgi memiliki peran penting dalam sel-sel yang secara aktif terlibat dalam sekresi. Organel ini banyak didapati pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi sekresi, contohnya ginjal.
  • Sentosom (sentriol) : sentrosom memiliki struktur berbentuk bintang yang memiliki fungsi dalam pembelahan sel, baik itu mitosis maupun meiosis. Sentrosom bertindak sebagai kutub tempat melekatnya ujung benang gelendong pada kedua kutub tersebut. Struktur ini hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop elektron.
  • Plastida : bagian dari sel yang dapat ditemui pada alga dan tumbuhan (kingdom plantae) berperan dalam fotosintesis disebut plastida. Plastida dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa.
  • Vakuola (rongga sel) : rongga di dalam sel disebut vakuola. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut tonoplas. Vakuola berisi garam-garam organik, glikosida, tanin, minyak eteris, alkaloid, enzim, dan butir-butir pati.
  • Mikrotubulus : memiliki fungsi mempertahankan bentuk sel, sebagai rangka sel dan berguna dalam pembentukan sentriol, flagela, dan silia. Memiliki bentuk benang silindris dan kaku.
  • Mikrofilamen : mikrofilamen seperti mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya, yaitu protein, aktin, dan miosin (seperti pada otot), mikrofilamen memiliki peran, kontraksi otot/kontraksi sel, endositosis dan eksositosis, pembentukan pseudopodia, gerakan sel, dan gerakan sitoplasma, serta pembelahan sel.
  • Peroksisom (badan mikro) : peroksisom memiliki ukuran sama sepeti lisosom. Organel ini berasosiasi dengan organel lain dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase ( disimpan dalam sel-sel hati). Bentuk dan ukuran sel bermacam-macam, tergantung pada tempat dan fungsi dari jaringan yang disusunnya.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai artikel pengertian, struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel