adsense

Gagal Jantung - Gejala penyebab dan pemeriksaanya


Gagal Jantung - Gejala penyebab dan pemeriksaanya Halo jumpa lagi dengan Ilmu Kekinian, kali ini kita akan membahas menganai salah satu penyakit mematikan ini, langsung saja simak penjelasannya.

Ilustrasi

Pengertian Gagal Jantung

Ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi disebut gagal jantung.

Etiologi Gagal Jantung

  • Kelainan otot jantung : menyebabkan menurunnya kontraktilitas jantung.
  • Aterosklerosis Koroner : mengakibatkan disfungsi miokardium karena terganggunya aliran darah ke otot jantung.
  • Hipertensi sistemik: meningkatkan beban kerja jantung, mengakibatkan hipertrofi serabut otot.
  • Peradangan dan penyakit miokardium degeneratif : kondisi yang merusak serabut jantung, menyebabkan kontraktilitas menurun.
  • Penyakit jantung lain
  • Faktor sistemik : terdapat sejumlah faktor yang berperan dalam perkembangan dan beratnya gagal jantung, meningkatnya laju metabolisme, hipoksia, anemia, asidosis, disritma jantung.

Patofisiologi Gagal Jantung

Penurunan curah jantung yang terjadi mengaktifkan serangkaian adaptasi kompensasi yang dimaksudkan untuk mempertahankan homeostasis kardiovaskuler, salah satu adaptasi terpenting merupakan aktivasi system saraf simpatik yang terjadi pada awal gagal jantung. Aktivasi system saraf simpatik pada gagal jantung tersebut disertai dengan penarikan tonus parasimpatis. Meskipun gangguan ini dalam kontrol otonom pada awalnya dikaitkan dengan hilangnya penghambatan masukan dari arteri atau refleks baroreseptor kardiopulmoner, terdapat bukti bahwa refleks rangsang juga dapat berpartisipasi dalam ketidakseimbangan otonom yang terjadi pada gagal jantung, dalam keadaan normal masukan penghambatan dari tekanan tinggi sinus karotis dan beroreceptor arcus aorta dan tekanan rendah mechanoreceptor cardiopulmonary merupakan inhibitor utama aliran simpatis, sedangkan debit dari kemoreseptor perifer nonbaroreflex dan otot metaboreseptor adalah input rangsang utama outflow simpatik. Pada gagal jantung, penghambat masukan dari baroreseptor dan makanoreseptor menurun dan rangsangan pemasukan meningkat, maka adanya peningkatan dalam aktivitas saraf simpatik dengan hilangnya resultan dari variabilitas denyut jantung dan penibgkatan resistensi pembuluh darah perifer.

Manifestasi Klinik

  1. Kriteria Major
  • Paroksimal nocturnal dispnea
  • Distensia vena jugularis
  • Ronchi paru
  • Kardiomegali
  • Edema paru
  • Gallop S3
  • Peninggian vena jugularis
  • Reflux hepatojugular
      2. Kriteria Minor
  • Edema ekstremitas
  • Batuk malam hari
  • Dispnea d,effort
  • Hepatomegali
  • Efusi pleura
  • Penurunan kapasitas vital 1/3 dari normal
  • Takikardia (>120/menit)

Klasifikasi Gagal Jantung NYHA

  • Kelas I : tidak terdapat batasan dalam melakukan aktifitas fisik. Aktifitas fisik sehari –hari tidak menimbulkan kelelahan, palpitasi/sesak nafas.
  • Kelas II : terdapat batasan aktifitas ringan. Tidak terdapat keluhan saat istirahat, namun aktifitas fisik sehari-hari menimbulkan kelelahan, palpitasi/sesak nafas.
  • Kelas III : terdapat batas aktifitas bermakna. Tidak terdapat keluhan saat istirahat, tetapi aktifitas fisik ringan menyebabkan kelelahan, palpitasi/sesak.
  • Kelas IV : tidak dapat melakukan aktifita fisik tanpa keluhan. Terdapat gejala saat istirahat. Keluhan meningkat saat melakukan aktifitas.

Gagal Jantung Kiri dan Kanan

  • Gagal jantung kiri : kongesti paru menonjol pada ventrikel kiri, karea ventrikel kiri tidak mampu memompa darah yang datang dari paru.
  • Gagal jantung kanan: jika ventrikel kanan gagal, maka yang menonjol adalah kongesti visera dan jaringan perifer. Hal ini terjadi karena jantung tidak mampu mengosongkan volume darah dengan adekuat sehingga tidak dapat mengakomodasi semua darah yang secara normal kembali ke sirkulasi vena.

Pemeriksaan Penunjang

  • Elektrokardiogram (EKG : untuk melihat hipertropi atrial atau ventrikuler, penyimpangan aksis, disritmia, takikardi, fibrilasi atrial.
  • Ekokardiografi : untuk melihat katup jantung
  • Rontgen : dapat menunjukkan pembesaran jantung, bayangan mencerminkan dilatasi atau hipertropi bilik atau pembesaran dalam pembuluh darah abnormal.
  • Elektrolit : mungkin berubah karena perpindahan cairan.
  • Analisan gas darah (AGD) : gagal ventrikel kiri yang ditandai dengan alkalosisi respiratori ringan (dini) atau hipoksemia dengan peningkatan PCO2 (Akhir).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel